29 Sep 2011

Peran Sistiem Informasi Didalam Perekonomian Indonesia

Pada era globalisasi saat ini sistem informasi sangat dibutuhkan dalam bidang perekonomian, bahkan seakan-akan perekonomian saat ini tidak bisa lepas dengan sistem informasi, sebagai contoh jika ada petani yang ingin menjual hasil panennya, tetapi petani itu tidak mengetahui harga di pasaran dari sayuran yang akan dia jual, maka sudah dapat di pastikan petani itu akan merugi.


Contoh itu saya ambil hanya dari lingkup yang kecil, coba bayangkan jika yang melakukan kesalahan itu adalah perusahaan besar, maka kerugian yang diderita perusahaan tersebut tentunya sudah tidak terhindarkan lagi, bahkan mungkin dapat menyebabkan perusahaan itu bangkrut.


Karena itu sistem informasi sangat diperlukan, baik dalam lingkup perekonomian kecil ataupun dalam lingkup perekonomian yang lebih luas lagi

Aku dan Masa Depanku


Ada pepatah mengatakan “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit” dan ada juga yang berbunyi “Belajarlah sampai ke negeri china”, dua pepatah itulah yang memacu saya untuk terus bersemangat dalam belajar dan berusaha, agar suatu saat saya bisa membanggakan bagi kedua orang tua saya.

Jika saya ditanya oleh orang lain tentang cita-cita saya, saya rasa saya mempunyai banyak jawaban, saat SMP saya bercita-cita menjadi Dokter, karena saya merasa Dokter itu pekerjaan yang sangat mulia, karena dia bekerja untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, dan pada saat saya SMU saya bercita-cita untuk menjadi Polisi, karena saya merasa Polisi itu pekerjaan yang keren dan kebetulan paman saya juga seorang Polisi.

Tapi kini itu semua hanya menjadi cita-cita masa lalu saya, karena saat ini saya tidak kuliah di bidang kedokteran ataupun masuk akademi polisi, tapi itu semua tidak menjadi masalah bagi saya, karena saat ini saya merasa bahagia dengan kehidupan saya saat ini, dan saya yakin suatu saat dimasa yang akan datang saya akan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan hati saya, dengan didasarkan pada kerja keras. Karena jika terus bekerja keras maka hasil yang kita dapat pasti baik, dan tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi setiap hambanya.

Kekerasan Dikalangan Pelajar dan Mahasiswa


Kekerasan sepertinya memang sudah menjadi tradisi dikalangan pelajar, padahal biasanya kekerasan di antara pelajar tersebut disebabkan kerap dipicu oleh masahah sepele seperti saling ejek. Hal itulah yang membuat saya tidak habis pikir, apa jalan berfikir pelajar saat ini hanya sampai sejauh itu, hanya karena masalah sepele mereka sampai harus saling berkelahi satu sama lain, bukan saling membantu untuk kesejahtraan bangsa dimasa depan.

Yang lebih membuat hati saya merasa miris, ternyata bukan hanya sampai pada tingkatan pelajar saja kekerasan dan tawuran itu berlangsung, bahkan sampai jenjang diatasnya, para mahasiswa pun sering terlibat kekerasan, seperti saat sedang berdemo atau melakukan orasi-orasi, dengan dalih “untuk kemajuan bangsa”, yaah rasanya alasan ini memang lebih baik daripada hanya karena masalah saling ejek . Tapi tetap saja aksi ini tidak bisa dibenarkan, apa kita tidak bisa berdemo dengan baik-baik, atau berorasi dengan tertib. Tanpa mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat, karena itu adalah harapan kita bersama, agar bisa tinggal di Indonesia dengan rasa aman, tentram dan damai.

22 Sep 2011

Kebijakan Pemerintah Menangani Kasus Lumpur Lapindo

Tidak terasa bencana alam yang terjadi di Daerah Sidoarjo sudah berlangsung selama 5 tahun, akan tetapi selama 5 tahun itu pula Pemerintah yang di bantu para Staff ahli belum juga mampu untuk menyelesaikan masalah yang pada awalnya seharusnya menjadi tanggung jawab PT.Lapindo Brantas.  

Bahkan setelah berlangsung selama kurun waktu 5 tahun ini, intensitas luapan lumpur semakin meningkat, seperti yang terjadi baru-baru ini ketinggian tanggul sudah tidak sanggup lagi menampung luapan lumpur yang menyembur dari dasar bumi tersebut, sehingga para tim ahli harus meninggikan kembali tanggul penahan lumpur panas tersebut, yang sudah beberapa kali jebol karena tidak dapat mampu lagi menahan beban yang di terima dari kapasitas luapan lumpur yang sudah sangat menkhawatirkan. 

Bahkan baru-baru ini seorang pakar dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Djaja Laksana mengeluhkan lambatnya kinerja Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dalam penanganan semburan lumpur Lapindo. Ia menilai kinerja BPLS selama ini hanya fokus pada peninggian tanggul yang menghabiskan dana APBN dalam jumlah tidak sedikit. 

Selain masalah penanganan lumpur yang di rasa terlalu lambat, upaya pelunasan tanah warga yang lahannya menjadi korban luapan lumpur pun sampai kini belum terselesaikan dengan baik, sehingga kini para warga yang tadinya bermukim di dekat pusat semburan kehidupannya semakin memprihatinkan, setelah 5 tahun hak mereka tentang ganti rugi belum juga selesai. 

Karena jika dilihat lebih jauh lagi, sebenarnya apa sulitnya bagi pemerintah untuk mengucurkan dana beberapa milliar rupiah untuk mengganti hak para warga di sidoarjo yang sudah seharusnya menjadi hak para warga disana, jika dibandingkan harus menggelontorkan dana trilliunan rupiah untuk pembangunan gedung DPR dan biaya plesiran para anggota dewan yang terhormat keluar negeri, dengan dalih studi banding untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. 

Dari berbagai sumber.